Pendekatan dan Metode Pengajaran

PENDEKATAN DAN METODE PENGAJARAN



DISUSUN OLEH:
1.    AMALIA MW
2.    APRIANI
3.    ARFIKA FALENSI
4.    JUMIATI MASHABI

DOSEN PENGAMPU:
ANI NAPISA, M.Pd.I



SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QURAN AL-ITTIFAQIAH
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN AKADEMIK 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, dengan harapan makalah ini dapat bermanfa’at bagi kita semua.
Sholawat serta salam marilah kita sanjungkan kepada nabi Muhammad SAW. semoga kita termasuk golongan umat Beliau yang akan mendapatkan syafa’atnya kelak. 
Makalah ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah PENGOLAAN PENGAJARAN PAI tahun akademik  2017 di samping itu untuk menambah wawasan tentang “PENDEKATAN DAN METODE BELAJAR MENGAJAR”. Penulis mengharapkan kritik, saran, serta pendapat dari semua pembaca nantinya demi perbaikan di masa mendatang. Akhirnya, penulis berharap dengan adanya makalah tentang ” PENDEKATAN DAN METODE BELAJAR MENGAJAR” ini dapat bermanfa’at bagi kita semua Amin ya Robbal ‘alamiin.




                      Indralaya,   maret  2017
                               
Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL     i
KATA PENGANTAR     ii
DAFTAR ISI     iii
BAB I PENDAHULUAN     1
A.    Latar Belakang     1
B.    Rumusan Masalah     1
C.    Tujuan     1
BAB II PEMBAHASAN     2
A.    Pendekatan Belajar Mengajar     2
1.    Pendekatan secara Individual     2
2.    Pendekatan secara Kelompok     3
3.    Pendekatan secara Klasikal     4
B.    Metode Belajar Mengajar     5
1.    Pengertian Metode     5
2.    Macam-macam Metode Pengajaran     5
BAB III PENUTUP     9
DAFTAR PUSTAKA     10


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Pengajaran adalah suatu aktivitas belajar mengajar. Didalamnya ada dua subjek yaitu guru dan peserta didik. Istilah peserta didik penulis digunakan untuk mengganti istilah anak didik, objek didik, dan sebagai istilah lain muriid/siswa.
Tugas dan tanggung jawab seorang guru adalah mengolah pengajaran dengan lebih efektif, dinamis, efisien, dan positif yang ditandai adanya kesadaran dan keterlibatan aktif diantara dua subjek. Hal akan terlaksan dengan adanya pendekatan dan metode pembelajaran.

B.    Rumusan masalah
1.    Bagaimana jenis-jenis pendekatan dalam pembelajaran?
2.    Apa definisi metode?
3.    Bagaimana jenis-jenis metode dalam pembelajaran?

C.    Tujuan
1.    Mengetahui jenis-jenis pendekatan dalam pembelajaran.
2.    Mengetahui definisi metode.
3.    Mengetahui jenis-jenis metode dalam pembelajaran.






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pendekatan Belajar Mengajar
1.    Pendekatan secara individual
Pendekatan secara individual adalah kegiatan mengajar guru  yang menitikberatkan pada bantuan dan bimbingan belajar pada masing-masng individubantuan dan bimbingan belajar kepada individu juga ditemukan pada pendekatan klasikal, tetapi prinsipnya berbeda. Pada pembelajaran individual, guru memberi bantuan pada masing-masing pribadi. Sedangkan pada pendekatan klasikal, memberi bantuan individual secara umum.sebagai ilustrasi, bantuan guru kelas tiga kepada siswa yang membaca dalam hati dan menulis karangan adalah pedekatan individual. Pada membaca dalam hati individual siswa  menemukan kesukaran sendiri-sendiri.
Ciri-ciri yang menonjol pada pendekatan individual dapat ditinjau dari beberapa segi sebagai berikut:
a.    Tujuan pengajaran
1)    Pemberian kesemptan dan keleluasan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri.
2)    Pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. Tiap individu memiliki paket belajar sendiri-sendiri yang sesuai dengan tujuan belajarnya secara individual juga.
b.    Siswa sebagai subjek yang belajar
1)    Keleluasaan berdasarkan kemampuan sendiri.
2)    Kebebasan menggunakan waktu belajar.
3)    Keleluasaan dalam mengontrol kegiatan dan kecepatan dalam rangka mencapai tujuan belajar.
4)    Siswa melakukan sendiri atas hasil belajar.
5)    Siswa dapat mengetahui kemampuan dan hasil belajar sendiri.
6)    Siswa memiliki kesempatan untuk menyusun program belajarnya sendiri.
c.    Guru sebagai pengajar
1)    Membantu merencanakan kegiatan belajar siswa
2)    Membicarakan pelaksanaan belajar
3)    Berperan sebagai penasihat atau pembimbing
4)    Membantu siswa dalam penilaian hasil belajar dan kemajuan sendiri.
d.    Program pembelajaran
1)    Disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa
2)    Tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti oleh siswa
3)    Kriteria keberhasilan.

2.    Pendekatan secara kelompok
Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas adakalanya guru membentuk kelompok kecil yang umumnya terdiri dari 3-4 orang. Dalam sekelompok kecil ini guru memberikan bimbingan kepada tiap kelompok lebih intensif.
Ciri-ciri yang menonjol pada pendekatan kelompok dapat ditinjau dari beberapa segi sebagai berikut:
a.    Tujuan pengajaran
1)    Memberi kesempatan pada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah secara rasional.
2)    Mengembangkan sikap sosial.
3)    Mengembangkan sikap kepemimpinan dan keterampilan.
b.    Siswa
1)    Tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok.
2)    Tiap siswaa merasa memiliki tujuan yang sama.
3)    Saling ketergantungan.
4)    Interaksi antar anggota.
5)    Tindakan bersama sebagai perwujudan anggota kelompok.
c.    Guru sebagai pembelajar
Pendekatan kelompok bermaksud menimbulkan dinamika kelompok agar kualitas belajar meningkat.
Peranan guru dalam pembelajar kelompok terdiri dari:
1)    Pembentuk kelompok.
2)    Perencanaan tugas kelompok.
3)    Pelaksanaan.
4)    Evaluasi hasil belajar kelompok.

3.    Pendekatan secara klasikal
Pembelajaran klasikal merupakan kemampuan guru ysng utama. Hal itu disebabkan olah pendekatan klasikal merupakan kegiatan belajar yang tergolong efisien. Secara ekonomis pembiayaan kelas cukup murah. Oleh karna itu ada jumlah minimum siswa dalam kelas yang pada umumnya berkisar 10-45 orang. Dengan jumlah tersebut seorang guru masih dapat membelajarkan siswa secara berhasil.
Pengelolaan pembelajaran bertujuan mencapai tujuan belajar. Peran guru dalam pendekatan individual dan pendekatan kelompok berlaku dalam pendekatan secara klasikal.
Kegiatan belajar mengajar secara klasikal dapat dilakukan dengan tindakan sebagai berikut:
a.    Menciptakan tertib belajar di kelas.
b.    Menciptakan suasana senang dalam belajar.
c.    Mengikutsertakan siswa belajar aktif.

B.    Metode Belajar Mengajar
1.    Pengertian metode 
Metode berasal dari bahasa Yunani yakni meta dan hodos yang berarti cara yang harus dilalui.
Menurut Ismail Sukardi, metode adalah cara-cara yang dilakukan untuk menyampaikan bahan ajar oleh guru kepada siswa.
2.    Macam-macam metode pengajaran
Berikut ini disajikan bebrapa metode pengajaran, untuk dipilihdan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi. Akan tetapi, sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian, modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian.
a.    Cooperatif learning
Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan pada orangg lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, dan pembagian tugas. Belajar secara koperatif, siswa dilatih dan dibiiasakan saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan tanggung jawab.
Jadi, metode Cooperatif learning adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah.
b.    Contextual teaching and learning
Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan yang terkait dengan kehidupan nyata kehidupan siswa sehingga akan muncul motivassi beaja siswa, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi menyenangkan.

c.    Problem solving
Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang belum dikenal cara penyelesaiannya, justru Problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaiannya.
d.    SAVI
Pembelajaran  SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa.
Istilah SAVI sendiri adalah:
Somatic     : gerak tubuh
Auditory    : mendengar dan menyimak
Visualization     : melihat/mengamati (indra mata)
Intelectually     : berpikir
e.     Ceramah
Komunikasi antar guru  dengan siswa pada umumnya searah. Oeh karna itu, guru dapat mengawasi kelas dengan cermat. Namun demikian kritik yang dilontarkan cukup banyak. Terutama dalam pengawasan pembelajaran, guru tidak dapat mengetahui batas kemampuan siswa. Disamping itu sering kali pula siswa menerima pengertian yang salah terhadap materi pembelajaran yang disampaikan.
Sebagai suatu sistem penyampaian, metode ceramah seringkali dilakukan tidak berdiri sendiri. Ceramah yang baik harus divariasikan dengan metode-metode yang lainnya dengan tujuan untuk membangkitkan perhatian siswa. Sebab, bagaimana mungkin siswa dapat aktif melakukan suatu kegiatan kalau mereka hanya sebagai penerima pelajaran pasif.
Dalam pelaksanaan metode ceramah harus menempuh prosedur sebagai berikut:
1)    Guru menjelaskan tujuan dan topik yang diajarkan.
2)    Memberi motivasi belajar dengan berbagai kegiatan seperti:
3)    Ungkapan-ungkapan yang membuat suasana senang.
4)    Menyajikan petunjuk (demonstrasi) yang sesuai dengan alat-alat gambar, slide, atau film.
5)    Memberikan penjelasan singkat tentang materi pembelajaran dalam garis besar (ceramah)
6)    Menyelingi dengan tanya jawab
7)    Setelah ceramah dapat dilakukan diskusi tentang masalah yang dipelajari.
8)    Untuk memantapkan materi pembelajaran dapat diberikan tugas.
9)    Dilakukan evaluasi.

f.    Tanya jawab
Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa atau pun sebaliknya. Dalam metode tanya jawab, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa menjawabnya atau sebaliknya siswa bertanya guru menjelaskan. Dalam proses tanya jawab terjadilah interaksi dua arah. Guru yang demokratis tidak akan langsung menjawabnya  sendiri, tetapi akan melemparkan pertanyaan dari siswa kepada siswa atau kelompok lain. Dengan metode tanya jawab tidak hanya terjadi interaksi dua arah tetapi jega banyak arah.
Penerapan pembelajaran dengan metode tanya jawab dan diskusi akan sangat menarik untuk dikaji. Metode tanya jawaab menawarkan keterampilan dalam mengkaji problem pendidikan dengan cara diskusi sebagai solusi menghidupkan proses pembelajaran. Sebagian besar siswa berpikiran bahwa aktivitas belajar merupakan proses yang menjenuhkan sekali, sering banyak siswa beranggapan bahwa duduk di kelas ibarat sebuah ruang tahanan.
Problem demikian mungkin ada benarnya akibat siswa harus berjam-jam dengan kerja pikiran pada satu pembahasan, bahkan belajar lebih menjadi beban yang menimbulkan gejolak daripada upaya mendapatkan ilmu pengetahuan. Lenyapnya motivasi belajar siswa mungkin berakar pada penyebab pada keterbatasan metode yang diterapakan guru yang membatasi kemampuan mengasah keterampilan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan metode tanya jawab:
1)    Guru harus bena-benar menguasai bahan pelajaran, termasuk jawaban yang mungkin akan dikeluarkannya atas pertanyaan yang diajukan.
2)    Guru harus sudah mempersiapkan pertanyaan yang akan diajukan kepada siswanya.
3)    Petanyaan-pertanyaan yang diajukan harus jelas dan singkat, sebab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara lisan.
4)    Susunlah pertanyaan dalam bahasa yang mudah dipahami siswa.
5)    Guru harus mengarahkan pertanyaan kepada siswa
6)    Berikan waktu yang cukup untuk memikirkan jawaban, sehingga siswa harus memikirkannya secara sistematis.
7)    Tanya jawab harus dilakukan dengan suasana yang tenang dan bukan dalam suasana yang tegang yang penuh dengan persaingan.
8)    Agar sebaiknya seluruh siswa memperoleh giliran untuk menjawab pertanyaan.
9)    Pertanyaan yang diajukan akan sudah direncanakan sebelumnya.
10)    Perencanaan dapat berdasarkan pada konsep yang ingin diperoleh atau dipahami siswa.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pendekatan Belajar Mengajar
1.    Pendekatan secara individual
2.    Pendekatan secara kelompok
3.    Pendekatan secara klasikal
Metode berasal dari bahasa Yunani yakni meta dan hodos yang berarti cara yang harus dilalui.
Menurut Ismail Sukardi, metode adalah cara-cara yang dilakukan untuk menyampaikan bahan ajar oleh guru kepada siswa.
Macam-macam metode pengajaran:
a.    Cooperatif learning
b.    Contextual teaching and learning
c.    Problem solving
d.    SAVI
e.    Ceramah
f.    tanya jawab

B.    Saran
Dengan adanya pendekatan dan metode yan diterapkan guru  akan dapat memotivasi siswa untuk belajar dan akan dapat mencapai tujuan dari pembelajaran.




DAFTAR PUSTAKA
Hamzah, 2011, Perencanaan Pembelajaran,Gorontalo: Bumi Aksara.
Harjanto, 2006, Perencanaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
Kusmana, 2008, Paradigma Baru Pendidikan Islam, Jakarta: IAIN Indonesian Equity Projec.
Muyasaroh, 2016, Evaluasi Program Pembelajaran,Palembang: Al-Ittifaqiah Press.
Ngalimun, 2012, Strategi dan Model Pembelajaran, Banyuasin: Aswaja Pressindo
Royani, Ahmad, 2004, Pengolaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
Sumiati, 2012, Metode Pembelajaran, Bandung: Wacana Prima.

Komentar